Waspadai Aksi Radikal, Ini Tanggapan Ketua FKUB Mamasa dan Kepala Kesbangpol Pasangkayu

oleh -

 

Sulbar, BeritaQ.com – Pasca terjadinya kontak senjata antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT Poso, personil keamanan masih melakukan pengejaran terhadap 4 orang Jamaah Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang salah satunya merupakan mantan Napiter yang pernah menjalani hukuman di Lapas Polman terkait aksi terorisme.

Guna mengantisipasi terjadinya adanya pelarian dari 4 orang sisa DPO MIT pasca kontak tembak dengan Satgas Madago Raya beberapa waktu lalu, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mamasa dan Kesbangpol Kabupaten Pasangkayu dalam setiap kesempatan melakukan himbauan maupun sosialisasi untuk tetap waspada terhadap adanya orang atau pendatang baru di wilayah Mamasa dan Pasangkayu.

Dalam pernyataannya saat dihubungi, Kepala Kesbangpol Pasangkayu Andi Rahmat menyampaikan bahwa saat ini, pihaknya selaku Kesbangpol Pasangkayu telah melakukan upaya-upaya pencegahan serta deteksi dini terhadap adanya orang maupun pendatang baru yang masuk di wilayah Pasangkayu.

Ditempat berbeda, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mamasa Pdt. Zakaria mengatakan bahwa selaku FKUB kami akan berupaya melakukan segala upaya dalam rangka mencegah terjadinya aksi terorisme di wilayah Mamasa serta senantiasa intens melakukan komunikasi dengan semua pihak.

“Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Mamasa dalam kaitan mengantipasi aksi teror khususnya di Mamasa dan sulbar pada umumnya,” tutur Pdt Zakaria. Kamis (14/10/2021).

Kesbangpol Pasangkayu dan FKUB Mamasa juga meminta kepada seluruh warga masyarakat Sulbar untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam pemberantasan terorisme dan mengantisipasi penyebaran paham radikalisme.

Selain itu, FKUB Mamasa dan Kesbangpol Pasangkayu juga mengapresiasi kinerja dari Aparat Kepolisian Polda Sulbar yang bekerjasama dengan Densus 88 Satgaswil Sulbar dalam upaya memberantas kelompok Terorisme di wilayah Provinsi Sulbar.

(Gid)