Rusak Hutan di Mamasa, Tim Gakkum LHK Wilayah Sulawesi Amankan Barang Bukti 1 Unit Excavator

oleh -

 

Mamasa, BeritaQ.com – Tim operasi pengamanan hutan Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi berhasil mengamankan 1 unit alat berat jenis Excavator sebagai barang bukti dugaan terjadinya perusakan hutan di Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Selasa (7/9/2021).

Kedatangan tim operasi ke Kabupaten Mamasa berawal dari laporan KPHL Mamasa Timur bahwa telah terjadi kegiatan perusakan hutan di kawasan hutan lindung Mamasa Timur dengan cara menggali batu-batu dan tanah serta meratakan tanah tersebut dan juga telah menumbangkan beberapa pohon menggunakan sebuah Excavator.

Sebelumnya, personil KPHL Mamasa Timur telah menanyakan perihal ijin terkait kegiatan tersebut kepada operator Excavator serta oknum yang memerintahkan untuk melakukan kegiatan itu. Namun, keduanya tidak mampu menunjukkan ijin yang sah terkait kegiatan di kawasan hutan lindung tersebut.

Untuk itu, sebagai bentuk tindak lanjut Tim Operasi yang beranggotakan personil Pos Gakkum LHK Mamuju dan personil Polda Sulawesi Barat diturunkan ke lokasi dugaan terjadinya perusakan hutan.

Saat tiba di lokasi, tim operasi mengkonfirmasi laporan dari KPHL Mamasa Timur bahwa memang telah terjadi perusakan hutan yang masuk dalam kawasan hutan lindung Mamasa Timur.

Tim operasi kemudian mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit Excavator Komatsu Ltd. Japan 09601 00836, Model PC 200-6 Serial No. 106085 warna kuning yang diduga digunakan untuk melakukan perusakan hutan.

Barang bukti tersebut untuk sementara dititipkan di Makodim 1428 Mamasa.

Dalam keterangannya Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan mengatakan, kegiatan operasi pengamanan hutan ini merupakan tindak lanjut dari laporan KPHL Mamasa Timur, selanjutnya akan dilakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap saksi -saksi.

“Kami berharap semoga proses tersebut bisa berjalan dengan lancar dan segera naik ke tingkat penyidikan sehingga diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku,” tegas Dodi Kurniawan.

Untuk diketahui, Penyidik PNS dari Pos Gakkum LHK Mamuju telah melakukan pengambilan keterangan terhadap oknum yang diduga memerintahkan untuk melakukan perusakan hutan.

Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 50 ayat (3) huruf a UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, sebagaimana telah diubah dengan Pasal 36 Angka 19 Pasal 78 ayat (2) Jo Pasal 36 Angka 17 Pasal 50 ayat (2) huruf a UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

(Gid)