Himpunan Pemuda Maroso Sintuwu Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Persoalan Teroris di Poso

oleh -

 

Makassar, BeritaQ.com – Sabtu 22 Mei 2021, Organisasi Kedaerahan Himpunan Pemuda Sintuwu Maroso Makassar bersama beberapa simpatisan melakukan aksi unjuk rasa serentak bersama Pemuda Poso di seluruh Indonesia menuntut pihak pemerintah Republik Indonesia (RI) dan TNI/POLRI agar menuntaskan Persoalan Terorisme di Poso secara cepat dan transparan.

Aksi dimulai pada pukul 10.00 WITA-12.00 Wita, di Monumen Mandala Kota Makassar, diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia raya” dan lagu “Lemba Tanah Poso” dilanjutkan dengan penyampaian orasi-orasi, pembacaan puisi, dan ditutup dengan pembacaan secara bersama-sama tuntutan-tuntutan kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia dan TNI/Polri.

Massa yang hadir dalam aksi demonstrasi ini sekitar kurang lebih 30 orang.

“Jangan tunggu ada korban warga sipil lagi yang dipenggal kepalanya!!! ,” seru para pendemo serentak.

Koordinator aksi, Kurniawan Ch Tumbade dalam orasinya mengatakan bahwa Terorisme adalah musuh kita bersama karena telah menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan, tidak ada agama manapun yang membenarkan tindakan-tindakan terorisme.

“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat Kota Makassar untuk bersatu dalam melawan terorisme yang ada di Indonesia,” ucap Iwan (Sapan akrabnya), pada media ini melalui sambungan jejaring WhatsApp miliknya. Minggu (23/5/2021).

Ada enam (6) point tuntutan yang disuarakan dalam aksi demonstrasi serentak tersebut, diantaranya:

1.TNI dan POLRI wajib untuk lebih meningkatkan dan mengutamakan keamanan masyarakat Sulawesi Tengah lebih khususnya di Kabupaten Poso.

2.Pemerintah Daerah Kabupaten Poso harus mendesak pemerintah pusat untuk lebih tegas dalam melakukan pemberantasan terorisme yang terjadi selama ini di Poso.

3.Menghimbau masyarakat Indonesia agar tidak terprovokasi dalam segala peristiwa terorisme yang terjadi.

4.Menekan pemerintah dan aparat keamanan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia.

5.Menuntut Panglima TNI dan Kapolri agar segera mengusut tuntas kasus terorisme di Poso sampai kepada jaringan-jaringannya.

6.Jangan ada unsur politik dan politisasi agama dalam penanganan terorisme di Kabupaten Poso.

(Gid)