PT Jasindo Dorong Petani Ikut Asuransi UTP, Bupati Luwu Utara Mensubsidi Petani Tiap Musim

oleh -

 

Luwu Utara, BeritaQ.com РPemerintah terus mendorong petani padi untuk memanfaatkan bantuan subsidi premi asuransi untuk menjamin kelangsungan usaha.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Daerah Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mendorong petani terdaftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Syamsukri dan Rival Tawainella dari PT Jasa Indonesia (Jasindo) pada arahannya di sosialisasi asuransi petani pada pengurus kelompok tani padi di dua kecamatan yakni Kecamatan Sabbang dan Sabbang Selatan, Selasa 13 April 2021 di BPP Sabbang menyebut, banyak pencapaian bila petani terdaftar ikut asuransi pertanian. Dengan ikut asuransi pertanian ini, supaya petani merasa aman untuk berproduksi.

“Kita tidak ingin kalau kena bencana alam seperti banjir, kekeringan, bencana alam, menyebabkan petani yang rugi,” terang Syamsukri dan Rivandi Tawainella dari PT Jasindo.

Setelah bergabung dalam sebuah kelompok tani dan memahami manfaat jaminan kerugian yang didapat dari program asuransi pertanian, maka petani bisa segera mendaftarkan diri. Namun, waktu pendaftaran biasanya paling lambat berlangsung 30 hari sebelum musim tanam dimulai.

“Untuk mendaftarkan diri, petani juga akan mendapat pendampingan khusus dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” ujarnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Air Irigasi dan Pembiayaan, Mishadi Kholik Pabeta mengatakan, program AUTP ini tahun lalu di Luwu Utara petani membayar Rp 36.000 per hektare per musim tanam, sementara sisanya atau sebesar Rp 144.000 ditanggung oleh pemerintah, tapi di tahun 2021 ini petani tidak membayar lagi karena Bupati Lutra Indah Putri Indriani sudah mensubsidi petani padi yang masuk anggota kelompok tani.

Bila terjadi gagal panen akibat hama, kekeringan, dan banjir, maka petani bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare.

“Sayang sekali kalau petani tidak ikut. Karena jika mereka gagal panen, kan ada uang yang akan cair sebesar Rp 6 juta per hektar. Ini kan sangat membantu petani,” kata Mishadi Kholik Pabeta.

Sementara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Dandang Kecamatan Sabbang Selatan, Muh Nur membeberkan pada wartawan media ini bahwa, tren positif peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), menurutnya, karena pelaksanaan asuransi pertanian yang bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ini memberikan berbagai keuntungan bagi petani padi. Bukan hanya Bupati sudah mensubsidi petani, tapi juga memberikan ketenangan dalam berusaha.

“Petani padi semakin mengerti manfaat dan peluang dari asuransi ini dan petani
bisa tidur tenang. Petani tidak tahu lahannya rusak terkena banjir, kekeringan atau terserang hama penyakit,” tuturnya.

Muh Nur menambahkan, asuransi pertanian ini sangat bermanfaat apabila terjadi kegagalan pada usaha tani. Sehingga petani bisa melanjutkan usahanya dengan pembayaran klaim yang diterima.

“Petani harus memanfaatkan subsidi dari Bupati Luwu Utara untuk asuransi pertanian yang diberikan Pemerintah,” tambahnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara juga terus mendorong Koordinator BPP dan para PPL sebagai pihak yang harus memfasilitasi bagaimana petani padi supaya ikut dalam asuransi usaha tani padi. (yus/gid)