BNNP Sulbar Berhasil Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Shabu

oleh -

 

Mamuju, BeritaQ.com – Mengawali tahun 2021, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Barat (BNNP Sulbar) berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis shabu didua tempat berbeda yakni di Malunda Kabupaten Majene dan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Kronologi pengungkapan kasus narkoba jenis shabu di Malunda, berawal dari laporan masyarakat, bahwa tersangka YS asal Dusun Salubungo, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, sedang melakukan transaksi.Tanpa menunggu lama, Tim Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNNP Sulbar langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka pada tanggal 11 Januari 2021, sekira pukul 10.30 WITA.

Saat digeledah ditemukan dan mengamankan barang bukti Narkotika dalam plastik bening diduga jenis Shabu seberat berat 0,5408 gram.

“Sekarang sudah bisa disebut Shabu, karena sudah melalui uji Laboratorium Forensik di Polda Sulsel,” ujar Kepala BNNP Sulbar, dihadapan awak media dalam Jumpa Pers yang digelar di Kantor Darurat BNNP Sulbar. Senin (5/4/2021).

Pengembangan dari pengakuan tersangka YS, akhirnya tim kembali membekuk tersangka RH di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Dari hasil penyidikan terhadap tersangka RH diperoleh informasi bahwa sabu tersebut diperoleh dari tersangka HM. Sehingga Tim Dakjar BNNP Sulbar melakukan pencarian, dan kembali berhasil menangkap HM bersama tersangka SB, yang tengah mengendarai sepeda motor di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Dari tangan kedua tersangka, tim Dakjar menemukan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 7 saset dengan berat 7, 1048 gram dan uang tunai senilai 28.500.000,- yang disimpan di dalam sadel motor yang digunakan.

“Saat penangkapan tersangka HM dan SB, tersangka HM sempat mencoba kabur dari kejaran Polisi. Namun, berhasil dilumpuhkan dengan tembakan tegas terukur mengenai kaki kirinya . Saat digeledah, tim menemukan barang bukti sabu sejumlah 7 saset dan uang 28 juta,“ ungkap Sumirat.

Kemudian, pengungkapan kedua dalam kasus berbeda, bertempat di depan pasar Campalagian, kabupaten Polman. Tim Dakjar BNNP Sulbar, kembali menangkap ABD pada tanggal 28 Maret 2021. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu dengan berat 2,33 gram dan satu unit Handphone lipat merek Samsung. Pengakuan tersangka ABD, barang haram tersebut diperoleh itu dari pelaku yang masih dalam pengejaran aparat.

“Dari tindak pidana narkoba yang dilakukan kelima tersangka ini, diancam hukuman 20 tahun penjara. Semuanya sudah dalam tahanan BNNP Sulbar,“ pungkas Kepala BNNP Sulbar.

Sebagai informasi BNNP Sulbar tetap membuka layanan pengaduan masyarakat melalui Call Center 0853 4828 0119 l. Maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Sulawesi Barat antara lain dikarenakan menjadi jalur perlintasan antara provinsi di Sulawesi dan antar Pulau.

(Gidion)