Patut Dikunjungi, Indahnya Pesona Alam Air Terjun Tamellautu & Tapeduri Tersembunyi di Tabulahan

oleh -

 

Tabulahan, BeritaQ.com – Dusun Batu Bira, Desa Periangan, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), menyimpan pesona alam yang memukau. Salah satunya adalah air terjun Sarampu Tamellautu dan Tameduri dua objek berdekatan. Air terjun yang terdapat di Batu Bira merupakan salah satu spot menarik yang bisa dijadikan tempat wisata, sekaligus menjadi background pengambilan gambar.

Ketgam : Lokasi air terjun Tamellautu, Batu Bira

Air terjun yang dikelilingi pepohonan dan dedaunan itu menunjukkan suasana alam yang damai. Air terjun cukup deras dan airnya jernih.

Jarak tempu dari Ibukota Desa Taloang kurang lebih 500 meter dan 12 Km dari Ibukota Kecamatan Tabulahan (Lakahang) ke lokasi ini cukup 30 menit lebih menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Air terjun yang deras dengan pepohonan serta dedaunan hijau yang membentang. Jarak tempuh sekitar 2 jam lebih dari Kota Mamuju, Ibukota Provinsi Sulawesi Barat.

Ketgam : Lokasi air terjun Tapeduri, Batu Bira

Imanuel Siteken, Kepala Desa setempat mengakui senang melihat pengunjung yang datang menunjungi kampung.

“Saya sangat senang anak-anak berkunjung ke sini. Air terjun di ini sangat jauh dari Mamuju. Air terjun ini masih alamai dan sakral,” jelas Imanuel belum lama ini.

Ia berharap Dinas Parawisata Kabupaten Mamasa dan Provinsi Sulbar bisa mendukung masyarakat setempat agar kedepan tempat ini dijadikan tempat wisata.

Namun demikian, belakangan ini akunya, banyak orang yang secara spontan mengunjungi air terjun tersebut.

“Sayangnya, kami belum ada fasilitas pendukung,” tuturnya.

Untuk yang selama ini sudah mulai berkunjung, Ia berharap agar menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Demi menjaga kelestarian sumber air dan alam di sekitarnya. Tetapi juga yang datang harus mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah,” tukasnya.

Kiyoshi (42) warga Kecamatan Kalukku Mamuju, salah satu pengunjung air terjun mengakui tempatnya sangat indah dan masih alami.

“Masih amat asri, apalagi terletak tepat di dataran tinggi di wilayah pegunungan Taman Nasional Gandang Dewata. Meskipun masih sakral, tapi kami semua sangat menikmati pesonanya dan menikmati momen saat itu,” tutur Kiyoshi. Selasa (30/3/2021).

Kiyoshi berharap kepada pengunjung untuk menjaga dan menghormati tempat itu, karena masih alami. Bagi yang hendak mengunjungi tempat itu, Ia menyarankan agar menghubungi masyarakat setempat untuk mendampingi ke lokasi air terjun.

~Gid Pasande~