Inovasi DP2KB Kabupaten Lamongan Dekatkan Pelayanan KB ke Masyarakat, Monalisa Berdansa

oleh -
Kaper BKKBN Jatim berikan penyuluhan konseling pra dan pasca pelayanan KB Implant

BeritaQ.com, Lamongan – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur  menggelar acara Launching Pelayanan KB MKJP melalui Dana BOKB Tahun 2021, Selasa (26/01) di Desa Sewor Kecamatan Sukosari, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Rabu (27/01/21)

Hadir dalam kegiatan, Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., Asisten I Kab Lamongan Mochamad Nalikan, Sekda Kab Lamongan, Aris Mukiyono, Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Makhdumah Fadeli, Kepala Dinas (Kadis) PPKB Kab. Lamongan Ibu Hj. Umuronah, S.ST., M.Kes., pejabat struktural Dinas PPKB, dan Koordinator Bidang KB-KR Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Hadir juga Camat dan Muspika Kecamatan Sukorame, Kepala Desa, Ketua TPKK kecamatan, ketua TPKK desa, Korwil se Kabupaten, kader PPKBD, dan sub PPKBD, serta peserta KB MKJP.

Dalam kegiatan launching  juga diadakan penyuluhan konseling pra dan pasca pelayanan KB, Pemasangan KB Implant yang bertempat di Puskesmas Kec. Sukorame, dan Bus/ Mobil pelayanan KB.

Dalam kesempatan itu, Kadis PPKB Lamongan memaparkan Kebijakan program pelayanan KB untuk mencapai KB MKJP melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat dan APBD. “Ada 474 desa, dan 107 kampung KB, yang merupakan terbanyak di Jawa Timur, bahkan di Indonesia. Kemarin di Sukorame ada PKB kami masuk nominasi juara IT tingkat Jawa Timur. Selain itu untuk Adpin Award kami mendapatkan juara 2 untuk vocal group,” terangnya.

“Capaian dana fisik Lamongan menjadi yang terbaik di Jawa Timur. Untuk capaian DAK baik fisik maupun non fisik tidak dapat terpenuhi hingga 100%, dikarenakan masa pandemi. Akan tetapi pada kegiatan pelayanan sejuta akseptor Lamongan berhasil meraih juara 3 terbaik di tingkat Jawa Timur,” jelasnya.

“Kami punya inovasi Monalisa Berdansa (Mobil Pelayanan Keliling Desa Bersama Bidan di Desa), kami punya komitmen untuk mendekatkan pelayanan KB ke masyarakat dengan menjemput kebutuhan masyarakat dengan keliling desa. Kami harap pak Sekda, pak Kaper yang memperlihatkan dukungan kepada Lamongan mengingat jumlah desa kami paling banyak di Jawa Timur,” tuturnya.

Kaper BKKBN Jatim pada kesempatan ini memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lamongan yang hari ini mengawali kegiatan pelayanan KB melalui dana BOKB.

“Ini pertama kali di Jawa Timur. Pelayanan KB melalui dana BOKB. Kita tetap berkomitmen untuk tetap melakukan pelayanan KB di masa pandemi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Teguh.

“Kenapa kami terus bahu membahu dengan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan KB, dan ini memerlukan dukungan semua pihak. Karena apa? Karena dengan merencanakan kehidupan keluarga maka kita bisa mencegah peningkatan angka kematian ibu,” ucapnya.

Teguh juga menerangkan ada 5 upaya yang dilakukan BKKBN Jawa Timur dalam merencanakan kehidupan keluarga. Pertama, melakukan kampanye ‘Kita 4 Terlalu’, yakni Terlalu muda, Telalu dekat, Terlalu tua, dan Terlalu banyak. Hal itu menjaga kesehatan reproduksi agar dapat menurunkan angka kematian ibu, yang kedua melalui perencanaan ber KB adalah agar dapat menghasilkan generasi penerus atau keturunan yang berkualitas.

Ketiga terkait dengan stunting. Angka stunting masih tinggi, dengan KB kita dapat mengatur kehamilan dengan baik termasuk pemenuhan kebutuhan gizi sehingga mampu mencegah keturunan yang stunting. Dan ke empat terkait dengan kesejahteraan keluarga, yakinlah dengan jumlah anak yang di atur dengan baik, dengan perencanaan baik tentu mampu meningkatkan kesejahteraan.

Kelima terkait pengendalian pertumbuhan penduduk, harus tetap dikendalikan agar dapat seimbang antara jumlah kehidupan dengan kondisi lingkungan. Pertumbuhan penduduk kalau tidak di kendalikan efeknya kemana-mana, efek lingkungan, banjir, macet, termasuk diantaranya masalah pekerjaan.

“Di tengah pandemi sesungguhnya kebutuhan pelayanan ber KB cukup tinggi, hanya karena masa pandemi ini dan patuh nya mereka untuk mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi, maka mereka masih belum tahu harus kemana ber KB. Untuk itu kami mengapresiasi terobosan Monalisa Berdansa di Kabupaten Lamongan dengan inovasi pelayanan KB yang langsung menjemput bola kepada masyarakat,” tegasnya.

“Untuk itu pemerintah pusat menganggarkan dana BOKB untuk pelayanan KB, dana ini tentu tidak akan bisa terealisasi dengan baik tanpa dukungan jajaran pemerintah daerah. Terimakasih jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan, pak Sekda, pak Asisten yang terus mendukung kegiatan Bangga Kencana,” tandas Teguh.

“Terimakasih pada jajaran PKK, karena program KB tidak lepas dari dukungan dari Tim Penggerak PKK, juga kepada pak Camat, pak Kades, tokoh masyarakat, tokoh agama, di desa karena kami menyadari tidak akan berjalan para petugas lapangan dalam melaksanakan program Bangga Kencana tanpa dukungan dari jajaran camat, kepala desa, tokoh masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan ini Pak Teguh juga berharap agar para kader dan para penyuluh KB jangan patah semangat untuk terus mendukung dan mensukseskan program Bangga Kencana.

Sekda Kabupaten Lamongan mengutarakan bahwa beliau mewakili bapak Bupati yang berhalangan hadir karena mendadak ada rapat koordinasi dengan provinsi terkait evaluasi perkembangan PPKM di Jawa Timur.

“Terkait program Bangga Kencana saya sepakat terhadap konsep perencanaan pengendalian jumlah anak dapat mencium kesejahteraan keluarga. Saya sepakat bahwa KB itu tidak untuk melarang atau mencegah kelahiran anak, tetapi lebih ke perencanaan jumlah anak, baik jarak kelahiran, jumlahnya. Apalagi di masa pandemi ini jangan karena PPKM dan banyak kegiatan aktivitas di rumah tetapi jangan sampai terjadi kehamilan terutama kehamilan yang tidak di rencanakan. Untuk itu untuk mencegahnya sebaiknya ber KB,” harapnya.

“Selain itu saya dukung inovasi Monalisa Berdansa Kabupaten Lamongan ini di daftarkan sebagai inovasi pelayanan publik Kabupaten Lamongan, saya dukung itu,” tutupnya. (NHC)