Serdik  Riduan Raja Dewa Bincang Bincang  Hangat Bersama Bupati Bangka

  • Whatsapp

SUNGAILIAT,BeritaQ.com — Maraknya pertambangan Timah di Pulau Bangka Belitung membuat perhatian serdik  M.Riduan Raja Dewa putar otak untuk berasumsi memperdayakan dalam pemanfaatan lahan exs tambang. M Riduan Raja Dewa pernah lama bertugas di Pulau Bangka Belitung,M Ridwan Raja Dewa menaruh ketertarikan terhadap soal dampak lingkungan dan pemerdayaan pertambangan   pertimahan. M Riduan Raja Dewa Saat ini, sedang melaksanakan peserta didik (Serdik) Dikreg Sespimen angkatan 60, menuntut mantan Wakapolres Bangka itu untuk melakukan penelitian tentang maraknya tambang timah dan pasca tambang timah. Dia pun kembali ke Bangka.

Tak tunggu lama,salah seorang yang ditemui M Ridwan Raja Dewa adalah Bupati Bangka, Mulkan. Kepada Mulkan, Ridwan meminta keterangan tentang pertambangan timah, pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Mulkan menjelaskan bahwa di Bangka ketergantungan terhadap timah dan menjadi mata pencarian sudah berlangsung sejak dahulu.

“Jadi memang sejak dulu masyarakat di Bangka bergantung kepada sektor tambang timah dan sebagian menjadikannya mata pencaharian,” kata Mulkan.

Mulkan menjelaskan Pemkab Bangka telah menyiapkan dengan sejumlah program untuk pasca tambang. Sebab sebagai sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui dipastikan akan habis. Sektor pertanian, perkebunan dan pariwisata akan disiapkan perlahan lahan menggantikan sektor tambang. Temasuk agar ada regulasi aturan terkait dengan standar harga hasil panen sehingga masyarakat bergairah.

“Nantinya akan di alihkan ke sektor pertanian, perkebunan dan pariwisata perlahan lahan masyarakat akan sadar dan menyiapkan diri pasca tambang,” kata Mulkan.

Serdik M Ridwan Raja Dewa mengatakan saat ini dirinya sedang melakukan penelitian sebagai Peserta Didik (Serdik) Sespimen Polri Dikreg 60 Tahun 2020.

Sebagian karirnya bertugas di Pulau Bangka baik di wilayah hukum Polres Bangka, Polres Bangka barat maupun di Polda Kepulauan Bangka Belitung.

“Pertambangan banyak menimbulkan permasalahan baik masalah ekonomi, sosial maupun Kamtibmas makanya untuk penelitian saya ambil terkait masalah tambang timah di Bangka,” ujar dia.(FRD/BQ)

Pos terkait